Sabtu, 12 Maret 2016

Pura Purohita Sebagai Lingga Siwa Tertinggi Di Dunia

gambar pura purohita
gambar pura purohita
Selain Janger koloknya yang mendunia, Buleleng juga mempunyai hal baru yang langsung terkenal di dunia yaitu Pura Purohita. Bagi yang tinggal di Buleleng mungkin tidak asing dengan pura yang baru berdiri ini. 

Pura Purohita tepatnya terletak di Desa Unggahan, Seririt, Buleleng. Bagi yang senang dengan perjalanan spiritual, pura ini mungkin perlu dimasukan ke daftar perjalanan anda.

Pura ini berada di wilayah perbukitan yang cukup tinggi, untuk sampai ke pura ini anda harus menaiki anak tangga sepanjang 100 meter, lumayan melelahkan.

Sampai di atas kita akan disuguhi oleh pemandangan asri nan alami karena di sekitar pura ini dikelilingi oleh bukit-bukit yang tinggi.

Berdirinya Pura Purohita
Berdirinya pura purohitan ini merupakan petunjuk dari Pinisepuh Puri Agung Dharma Giri Utama kepada Jero Mangku Pasek Muti Murwo Kuncoro dan semeton puri.

Diceritakan sebelum pendirian Pura Purohita berdiri, telah bermunculan dengan sendirinya  Pratima  di ruang suci Puri Agung Dharma Giri Utama di mana Puri tersebut adalah kediaman Pinisepuh.

Manakala Pura telah cukup untuk melinggihkan semua Pratima, maka semua simbol dari para Dewa dan Bhatara tersebut sekarang sudah distanakan di Purohita Pura.

Adapun Pratima/Arca tersebut adalah: Brahma, Wisnu, Siwa. Hyang Sabdapalon (Sadasiwa), Hyang Petruk (Wisnu), Brahmaraja, Siwa Nataraja, Ratu Mas Magelung, Durgapati, Dewa Bumi beserta pedang Dewa Bumi, Tribhuwana Tungga Dewi, Dewi Gayatri, Dewi Suhita, Ganeshakala, Ghanapati, Sri Ganesha, Dewi Yulan, Dewi Maheswari, Prabu Airlangga, Mpu Kuturan, Mpu Bharadah.

Menurut Jero Mangku Pasek Mukti Murwo Kuncoro, bahwa pada awalnya pembangunan tempat suci ini adalah puri, namun konsepnya adalah pura.

Tujuan dari pendirian pura ini adalah untuk memfasilitasi dan mendekatkan masyarakat sekitar untuk melakukan kegiatan sembahyang dan yoga semadhi.

gambar pura purohita
gambar pura purohita


Lingga Masuk Rekor Muri
Pada tanggal 10 april 2015 Museum Rekor Indonesia (MURI) menobatkan lingga di pura Purohita sebagai lingga siwa tertinggi di dunia.

Dengan tinggi lingga setinggi 5,92 meter dengan keliling lingkaran mencapai 8,70 meter.

Bajra Winara Pitu Dari Dhang Hyang Sidhimantra
Winarah Pitu merupakan duwe dari Dhang Hyang Sidhimantra yang dipergunakan dalam sejarah Pujawali Eka Dasa Rudra. Tempat penarikan bajra Winarah Pitu oleh Bhatara Raja yang kini menjadi Telaga Bajra Murthi.
  
Telaga Bajra Murthi kini digunakan untuk menyucikan bajra winara pitu.

Munculnya Telaga Segara Urip
Telaga segara urip awalnya merupakan telaga yang sudah mati selama lebih dari seratus tahun.
Pada saat pembangunan pura airnya muncul kembali, dan pada saat pengerjaan telaga airnya menghilang dan setelah selesai airnya muncul kembali.

Di pura purohitan juga terdapat tempat melukat yang berasal dari delapan pancuran yang tirtanya berasal dari satu sumber

Dinamakan Astha Gangga, adalah delapan pancuran yang tirtanya berasal dari satu sumber, namun sering dilaporkan rasa dan bau berbeda. Terkadang bau busuk, manis, pahit, sepet, lengket, dll.

inih Sepuh Puri Agung Dharma Giri Utama I Gusti Agung Yudistira mengatakan, Lingga berwarna hitam yang dibalut dengan bendera merah putih di tengahnya ini banyak terkandung makna nasionalisme.Mengingat simbol-simbol negara dalam sejarahnya berkaitan erat dengan konsep sastra Hindu.

Melalui simbol kenegaraan yang ada pada Lingga ini kami berharap supaya umat Hindu tetap fleksibel dan saling menghargai perbedaan. Lingga tertinggi ini sebagai kekuatan dan energi, agar dapat menyatukan kebersamaan berdasarkan nilai-nilai Pancasila.


Tidak ada komentar: